Artikel

Proyeksi IMF Naik, Momentum Emas Bagi Indonesia Di Era Prabowo

Proyeksi IMF Naik, Momentum Emas Bagi Indonesia Di Era Prabowo

Proyeksi IMF Naik, Momentum Emas Bagi Indonesia Di Era Prabowo

  • Jan Prince Permata
  • 31/07/25

JAKARTA, Laporan World Economic Outlook (WEO) edisi Juli 2025 dari Dana Moneter Internasional (IMF) menjadi sorotan penting dalam perkembangan ekonomi global. 

Di tengah dinamika geopolitik dan fragmentasi perdagangan dunia, Indonesia justru mengalami revisi positif dalam proyeksi pertumbuhan ekonomi—naik dari 4,7% menjadi 4,8%.

Angka ini memang terlihat kecil, namun memiliki makna strategis besar. Di saat negara lain masih berkutat dengan pemulihan pascapandemi dan konflik kawasan, Indonesia menunjukkan arah yang relatif stabil. 

Proyeksi IMF ini mencerminkan kepercayaan internasional terhadap kebijakan ekonomi nasional, terutama hilirisasi, digitalisasi, dan stabilitas politik pasca pemilu.

Peneliti sosial-ekonomi Jan Prince Permata dari Yayasan Kekal Berdikari menyambut positif laporan IMF ini.

Menurutnya, kenaikan proyeksi ini adalah validasi atas arah pembangunan jangka panjang Indonesia. 

Namun, ia mengingatkan bahwa pertumbuhan tidak boleh berhenti pada angka.

“Pertumbuhan harus inklusif. Pemerintah harus memastikan manfaat ekonomi dirasakan semua lapisan masyarakat, khususnya kelompok miskin, hampir miskin, dan kelas menengah rentan,” ujar Jan saat diwawancarai di Jakarta (30/7/2025).

Ia menilai bahwa momentum ini adalah peluang emas bagi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk membuktikan visinya dalam membangun ekonomi yang bukan hanya cepat tumbuh, tetapi juga adil dan tangguh. 

Jan juga menyoroti pentingnya proteksi sosial dan pemberdayaan sebagai fondasi pemerataan yang berkelanjutan. Berita lebih lengkapnya dapat dibaca di Antara, JPNN, RepublikaSinpo, Merdeka, Inilah, Dnews