Portofolio

Program Kemitraan dengan United Nation (UN) melalui Food Agricultrual Programme (FAO), khususnya World Food Programme (WFP)

WFP’s Subsidized Rice Programme (Operasi Pasar Swadaya Masyarakat/OPSM):  

Program OPSM berupa operasi pasar beras dengan penyaluran beras bersubsidi sebanyak 5 Kg/KK/minggu atau 20 kg/bulan.

OPSM adalah program kerjasama antara UN-WFP, pemerintah Indonesia dan organisasi non-pemerintah (LSM), termasuk KEKAL Berdikari.

Dalam kurun waktu 2000-2005, KEKAL Berdikari telah menyalurkan bantuan beras program OPSM kepada 80.000 keluarga miskin, yang tersebar di beberapa kelurahan di Jakarta dan Bogor.

Nutrition Education Programme (Program Pendidikan Nutrisi):  

Program Pendidikan Nutrisi merupakan program peningkatan gizi Baduta (bayi di bawah dua tahun) dan ibu hamil di perkampungan miskin kota yang dibarengi dengan penyuluhan masalah lingkungan, kerjasama KEKAL Berdikari dengan UN-WFP pada tahun 2000-2003.

Community Development Programme (Program Pemberdayaan Masyarakat):

Program ini dilakukan dengan beberapa pendekatan, seperti:

  • Pendidikan untuk pengembangan kapasitas (capacity building),.
  • Pembangunan infrastruktur seperti jalan, sanitasi, pengadaan sarana air bersih, dan sebagainya.
  • Pengembangan usaha ekonomi berbasis komunitas.

Program ini adalah kelanjutan kerjasama KEKAL Berdikari dengan UN-WFP pada tahun 2005-2008 di beberapa desa di Kabupaten Bogor dan Bekasi, Jawa Barat.

Research Development Of Community Forest Models in Rotok, Flores Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT)

Riset Pengembangan Model Hutan Masyarakat tahun 2010 di Dusun Rotok, Desa Hilihintir, Kecamatan Satar Mese, Kabupaten Manggarai, Flores Barat – Nusa Tenggara Timur.

Selain riset, kegiatan yang dilakukan adalah:

  1. Pembangunan pembangkit listrik tenaga mikro hidro (PLTMH).
  2. Penanaman sukun unggul untuk keperluan perhutanan masyarakat.
  3. Penumbuhan dan pengembangan organisasi perhutanan masyarakat.

Riset: “Masa Depan Desa Adat Terkait Implementasi Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa"

Studi Kasus Keberadaan Desa Adat di 3 Wilayah:

  1. Marga di Sumatera Selatan.
  2. Akraman di Bali.
  3. Desa Adat Golo di Manggarai, NTT.

Riset keberadaan desa adat terselenggara atas kerjasama Kementerian Desa, Transmigrasi dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Kekal Berdikari, tahun 2015/2016.

Hasil riset tersebut telah diterbitkan dalam bentuk buku dengan judul yang sama.

Civic Education: Seminar dan FGD

1. Pendidikan Kewarganegaraan untuk Siswa-siswa SMU se-Kota Bogor”, kerjasama KEKAL Berdikari dengan Kesbangpol Departemen Dalam Negeri RI dan Dinas Pendidikan Kota Bogor, tahun 2007.

2. Pendidikan pendampingan masyarakat, pendidikan pertanian organik, pendidikan koperasi untuk kelompok-kelompok swadaya masyarakat di berbagai tempat, dilakukan secara swadaya, sejak tahun 2007-sekarang.

3. Seminar: Reforma Agraria dan Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia, kerjasama KEKAL Berdikari dengan Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) di Bogor, tahun 2009.

4. Seminar: Gerakan Mahasiswa Dalam Memperjuangkan Tanah Untuk Rakyat Miskin, kerjasama KEKAL Berdikari dengan STPN di Bogor, tahun 2010.

5. Seminar: Peningkatan Kapasitas Pedagang Pasar Tradisional di Tengah Maraknya Persaingan Pasar Modern, kerjasama KEKAL Berdikari dengan Dirjen Kesbangpol Kemendagri, Dinas Perdagangan Kota Bogor, dan Perusahaan Daerah Pasar Pakuan Jaya, tahun 2011.

6. Seminar/FGD terkait program Corporate Social Responsibility (CSR): Tanggungjawab Sosial Korporasi Hulu Migas Dalam Konteks Pemberdayaan Masyarakat Desa, kerjasama KEKAL Berdikari dengan SKK-Migas dan Pertamina EP di Indramayu, Jawa Barat, tahun 2018.

7. FGD: CSR Industri Hulu Migas Menuju Kedaulatan Pangan, Energi dan Air, kerjasama KEKAL Berdikari dengan SKK-Migas dan Medco di Bogor, Jawa Barat, tahun 2019.

8. FGD: Peran Stakeholder dan Menggagas Model Pelaksanaan Program CSR/TJSL Industri Hulu Migas di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, kerjasama KEKAL Berdikari dengan SKK-Migas dan Exxon Mobil di Bojonegoro, tahun 2019.  

9. Seminar Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan ( TJSL/CSR) Industri Hulu MIgas dan Mencari Strategi Pemberdayaan Masyarakat di Tengah Pandemi COvid 19. Kerjasam Kekal Berdikari dengan BP. Februari 2021